Tampilkan postingan dengan label Muslim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muslim. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Agustus 2011

7 Tips Mencegah Bau Mulut saat Berpuasa

Selama menjalankan ibadah puasa, masalah bau mulut seringkali menimbulkan ketidaknyamanan. Masalah yang kerap terjadi menjadi hambatan dalam pergaulan dan membuat minder.
Saat berpuasa, produksi air liur dalam mulut dan dalam saluran pencernaan berkurang sehingga menjadi lebih kering. Akibatnya timbul halitosis atau bau mulut.
Bau mulut juga dapat disebabkan penyakit sistemis seperti liver, lambung, saluran pernapasan serta ginjal akut. Sedangkan penyakit gigi dan mulut penyebab napas tak segar di antaranya gigi berlubang, radang gusi, gingivitis karena karang gigi, dan periodontitis.
 
Sebenarnya bau mulut saat menjalankan puasa Ramadhan tak perlu dirisaukan. Simak beberapa tips cara paling jitu dan sederhana untuk mencegah bau mulut selama berpuasa, seperti dikutip dari holisticcare-dentalclinic.
 
1. Menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan menggosok gigi dan lidah secara benar. Bersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi. Jika menggunakan cairan kumur, jangan memakai cairan dengan kandungan alkohol di atas 25 persen karena memicu risiko kanker rongga mulut.
 
2. Periksa ke dokter gigi Anda minimal enam bulan sekali. Bila ada waktu, lakukan spa gigi dua kali dalam sebulan untuk menjaga kesehatan gigi.
 
3. Hindari rokok dan alkohol karena berefek memperburuk status kebersihan mulut yang memicu terjadinya gingivitis dan periodontitis. Alkohol mengurangi produksi air liur yang akan memperparah bau mulut.
 
4. Perbanyak konsumsi buah-buahan pengusir bau mulut seperti apel, bengkuang dan wortel. Teh hijau mengandung bahan aktif catechin yang dapat menghilangkan plak, menurunkan kadar gula, dan membunuh bakteri penyebab bau mulut. Minumlah 2-5 cangkir teh hijau sehari.
 
5. Keju yang rendah karbohidrat, tinggi kalsium dan mengandung fosfat, dapat memperkuat email gigi, meningkatkan produksi air liur dan mengurangi pertumbuhan karang gigi.
 
6. Perbanyak konsumsi air putih minimal satu liter atau delapan gelas sehari selama berbuka hingga sahur. Ini untuk menjaga keseimbangan air dalam tubuh.
 
7. Asup makanan probiotik seperti yogurt yang memelihara pencernaan dan menghambat bau mulut.

Selasa, 28 Juni 2011

PACARAN atau KHITBAH

Obrolan ringan seputar pacaran di kalangan Remaja. Ada yang PRO ada juga yang KONTRA. PRO bagi mereka yang hanya mengejar kesenangan(syahwat) KONTRA bagi mereka yang paham dengan Hukum Islam. Termasuk yang mana kita???PRO atau KONTRA, em jangan2 pilihannya ATAU, tidak punya pendirian donk!!! ckckckckck

PACARAN...??? kata ini tidak asing lagi di telinga remaja. Mulai dr SD, SMP, SMA, Mahasiswa. Ironis sekali balita umur 4 th sudah tahu apa itu pacaran, Pada masa remaja, biasanya pemuda dan pemudi alias ABG mulai naksir sama lawan jenisnya. Ehm...hayo ngerasa khan?!?
cYa bisa dikata tahap pedekate truz pacaran

Dalam dunia Islam tidak mengenal istilah pacaran, tapi TA'ARUF semacam mengenal calon pasangan kita itu pun harus disertai dengan mahrom. Bagi kita yang tidak kenal sama sekali bisa lewat tukar menukar biodata atau cari informasi ke keluarga/saudaranya, ke teman dekatnya atau tetangga dan lain sebagainya sebatas tidak melanggar ketentuan Hukum Islam.PACARAN dapat diartikan bermacam-macam, tetapi intinya adalah jalinan cinta kasih antara seorang dengan lawan jenisnya. Praktik pacaran juga bermacam-macam ada yang sekedar berkirim SMS atau telepon (ehm...nich yang lagi ngetrend), antar jemput alias tukang ojek atau menemani pergi ke suatu tempat, APEL(ehm ...bukan buah loch....!) sampai ada yang layaknya pasangan suami istri (ih...ML donk!!!) dan masih banyak lagi.Biasanya nich ya! Remaja yang pacaran bangga dan PD kalau sudah punya pacar. Tapi bagi remaja yang tidak punya pacar merasa minder alias kurang gaul.Tenang saja...PACARAN itu diharamkan di dalam ISLAM karena mendekati ZINA. Bersyukurlah kalian Remaja yang tidak pernah pacaran Rahmat dan Kasih Sayang ALLAH menyertaimu. Di dalam ISLAM, istilah hubungan percintaan antara laki-laki dan perempuan pranikah dikenal dengan istilah KHITBAH.

KHITBAH yaitu meminang. Ketika seorang laki-laki menyukai seorang perempuan, dengan cinta karena ALLAH maka ia diharuskan segera mengkhitbahnya. Dengan maksud menikahinya dalam waktu dekat, so tidak boleh lama-lama (ehm...ada yang 2 tahun, bukan khitbah lagi tuch namanya!!!). Selama masa khitbah keduanya harus menjaga agar tidak melanggar aturan yang sudah ditetapkan dalam Islam, seperti berduaan, memperbincangkan aurat, menyentuh, mencium, memandang disertai nafsu, dan berperilaku selayaknya suami istri, kalau dilakukan ya sama saja dengan pacaran!!!so be careful.

Sebenarnya Allah telah menjadikan rasa cinta dalam diri manusia. Dengan adanya rasa cinta, manusia biasa hidup berpasang-pasangan. Yakinlah sepenuh hati, Allah tidak akan salah dalam memilihkan pendamping hidup bagi kita. Ar Rum 21 :

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

Adanya pernikahan pasti ada cinta khan??? Apa itu cinta??? Cinta itu adalah saling kecocokan. Cinta itu dinamakan cinta, karena cinta telah meleburkan apa saja yang ada dalam hati kecuali yang dicintai. Cinta adalah api dalam hati yang akan membakar semua harapan selain harapan sang kekasih. Cinta itu menyedikitkan sesuatu yang banyak dari dirimu dan memperbanyak sesuatu yang sedikit dari kekasihmu. Menyatakan cinta sebagai kejujuran hati tidaklah bertentangan dengan syariat Islam. Karena dalam hal ini ada ayat atau hadist yang secara implisit maupun eksplisit melarangnya. Cuman Islam memberi batasan-batasan antara boleh atau tidak boleh dilakukan dalam hubungan laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya. Batasan-batasan tersebut diantaranya :
1. Tidak melakukan perbuatan yang mengarah ke ZINA, seperti halnya orang pacaran.
2. Tidak menyentuh perempuan yang bukan mahrom. Sabda Rasul " Lebih baik memegang besi yang panas daripada memegang perempuan yang bukan istrinya"(Andai saja kau tahu, sangat berat siksanya)
3. Tidak berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahrom, karena ketiganya syetan.
4. Menjaga mata dan pandangan dari yang haram.
5. Menutup aurat, diwajibkan kepada kaum wanita untuk menutup aurat kecuali kepada suaminya.

Selagi batasan di atas tidak dilanggar maka kedua pasangan hukumnya boleh. Tetapi persoalannya apa mungkin pasangan tanpa berpandangan, berpegangan tangan, berciuman, dan lain sebagainya. Kalau mungkin silakan berpacaran, tapi kalau tidak mungkin jangan sekali-kali berpacaran karena AZAB ALLAH yang pedih akan datang .
PACARAN setelah NIKAH lebih bermakna, dari pada PACARAN sebelum NIKAH!!! ^_^

Senin, 27 Juni 2011

Petting dan Agama

Petting lagi, Petting lagi......!
Aktivitas Pacaran yang dilakukan oleh dua insan manusia, terutama anak-anak remaja tak lepas dari yang namanya petting, walaupun tidak melaukan senggama, akan tetapi belum tentu petting tidak menyebabkan kehamilan. Baca Artikel disini untuk lebih jelasnya. Walaupun tidak zina tapi petting dapat menghantarkan kedalam perzinahan. Sebenarnya semua agama melarang perbuatan ini. Terutam di agama saya, (Agama Islam).

Petting yakni melakukan hubungan seks kontak badani, kecuali senggama. Menurut agama Islam Petting termasuk dalam apa yang disebut dengan aktivitas Taqrabuz Zinaa (mendekati zina).
Aktivitas Taqrabuz Zina adalah perbuatan-perbuatan yang bisa menghantarkan seseorang kepada zina. Dimulai dengan berdua-duaannya dua manusia lawan jenis yang tidak halal satu dengan lainnya untuk saling menikmati. Kemudian mereka saling memandang dengan syahwat, menyentuh atau mencium bagian-bagian tubuh lawan jenisnya, berciuman, melakukan rangsangan-rangsangan tertentu hingga melakukan Petting (hubungan seks tanpa senggama).

Aktivitas Taqrabuz Zina adalah aktivitas yang secara tegas diharamkan oleh Allah SWT yang menciptakan manusia berikut naluri-naluri dan syahwat-syahwatnya. Allah SWT berfirman:

“Wa laa taqrabuz zinaa. Innahuu kaana faahisyatan wa saa`a sabiilaa.”
Artinya:
“Dan janganlah kalian mendekati zina. Sesungguhnya zina itu suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra` [17]: 32)

Seseorang yang melakukan Taqrabuz Zina, semakin ia menapaki tahapan-tahapan Taqrabuz Zina, semakin sulit baginya untuk menghentikan tahapan berikutnya. Apalagi jika sudah sampai pada tahap Petting. Sangat jarang orang yang bisa menahan diri dari tidak melakukan senggama.
Syahwat seks termasuk syahwat yang agak sulit dikendalikan. Allah SWT yang menciptakannya memberikan arahan agar tidak membiarkannya menuju gerbang zina. Namun memerintahkan kepada manusia untuk mengarahkannya ke gerbang nikah.

Dulu di masyarakat Barat, Petting banyak dilakukan di kalangan remaja. Namun seiring dengan semakin liarnya masyarakat Barat, Petting ditinggalkan dan para remaja di sana menjadikan Senggama sebagai bagian dari pacaran. Tahun 1970 saja tinggal 55 % gadis-gadis umur 20 tahun di Barat yang tidak bersenggama ketika pacaran. Adapun saat ini, di Barat sudah sangat sulit mencari gadis yang masih “murni”. Dan saya rasa Indonesia pun sekarang juga begitu... hohohohoho...!!!!
Melihat semakin pesatnya perkembangan jaman semakin rendah pula akhlak dan moral manusia.

Belum lama pernah diberitakan di layar televisi bahwa remaja dari mulai tinggkat SMP dan SMA, banyak yang sudah tak perawan lagi.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mencatat hasil survei pada 2010 menunjukkan, 51 persen remaja di Jabodetabek telah melakukan seks pranikah.

"Artinya dari 100 remaja, 51 sudah tidak perawan," ujar Kepala BKKBN Sugiri Syarief usai memberikan sambutan acara Grand Final Kontes Rap dalam memperingati Hari AIDS Sedunia di lapangan parkir Monas, Jakarta Minggu (28/11).

Hasil survei untuk beberapa wilayah lain di Indonesia, seks pranikah juga dilakukan beberapa remaja, misalnya saja di Surabaya tercatat 54 persen, di Bandung 47 persen, dan 52 persen di Medan. "Hasil penelitian di Yogya dari 1.160 mahasiswa, sekitar 37 persen mengalami kehamilan sebelum menikah," kata Sugiri.

Selain itu, data tentang penyalahgunaan narkoba menunjukkan, dari 3,2 juta jiwa yang ketagihan narkoba, 78 persennya adalah remaja. Sedangkan penderita HIV/AIDS terus meningkat setiap tahunnya. Solusinya, lanjut Sugiri Syarif, konseling untuk remaja agar tidak melakukan seks pra nikah akan terus dilakukan.

Dari rilis BKKBN yang diterima wartawan diketahui, estimasi jumlah aborsi di Indonesia per tahun mencapi 2,4 juta jiwa. 800 ribu di antaranya terjadi di kalangan remaja.

Berdasarkan data Kemenkes pada akhir Juni 2010 terdapat 21.770 kasus AIDS dan 47.157 kasus HIV positif dengan persentase pengidap usia 20-29 tahun yakni 48,1 persen dan usia 30-39 tahun sebanyak 30,9 persen. Selain itu kasus penularan terbanyak adalah heteroseksual sebanyak 49,3 persen, homoseksual sebanyak 3,3 persen dan IDU (jarum suntik) 40,4 persen.

Mari kita koreksi ke diri kita sendiri, apakah kita pernah melakukannya?
Ada baiknya suatu hubungan terjalin dengan tali pernikahan.

Senin, 30 Agustus 2010

Rahasia Perempuan Shalihah (Rahasia Cantik Awet Muda)

Ada seseorang yang bertanya tentang hal apa yang menyebabkan perempuan tetap awet muda, kemudian hal ini dijawab oleh seorang perempuan Arab yang sudah berusia lanjut namun masih sanggup menjaga kecantikannya sehingga ia tampak jelita dan awet muda. Ketika ditanya, “Alat-alat kecantikan apa yang anda gunakan dan darimana anda mendapatkannya ?”. Lantas ia menjawab ?

“Aku menggunakan untuk bibirku dengan senantiasa mengatakan kebenaran walaupun pahit.
Untuk suaraku : Dengan shalat, membaca Al-Qur’an dan membaca tasbih.
Untuk Mataku : Dengan belas kasih sayang, dan menahan pandangan yang diharamkan.
Untuk tanganku : Dengan sedapat mungkin berbuat kebaikan.
Untuk ragaku : Dengan berlaku istiqomah.
Dan untuk hatiku : Dengan mencintai sesama, demi Allah.

Ketika suamiku memandangku, aku dapat membahagiakannya. Ketika suamiku menyuruhku, aku menaatinya, kecuali untuk urusan maksiat kepada Allah. Ketika suamiku sedang pergi dariku, aku menjaga hartanya dan kehormatannya. Kebahagiaanku terletak pada kewaspadaanku kepada Allah. Aku tahu hak Tuhanku dan juga hak suamiku, dan aku berikan setiap hak kepada yang berhak.